Lampung Utara — Baru saja mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat Laskar NKRI (Lembaga Solidaritas Keadilan Rakyat), jajaran pengurus Provinsi Lampung langsung “tancap gas” tanpa menunggu waktu lama.
Di bawah komando Ketua Ansori, bersama Sekretaris Junaidi dan Bendahara R. Fikri, gerak cepat ditunjukkan melalui konsolidasi akbar yang digelar di Lampung Utara pada Rabu, 15 April 2026.
Langkah ini bukan sekadar seremonial. Konsolidasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Laskar NKRI Lampung serius membangun kekuatan organisasi dari akar rumput. Seluruh anggota dihimpun untuk menyatukan barisan, mempertegas arah perjuangan, dan memperkuat posisi sebagai kekuatan sosial di tengah masyarakat.
Dalam pernyataannya, Ketua Ansori menegaskan bahwa Laskar NKRI tidak akan menjadi organisasi “biasa-biasa saja”. Ia menargetkan Laskar NKRI Lampung tumbuh menjadi lembaga besar yang berani bersuara, namun tetap berpijak pada nilai kebijaksanaan.
“Kami ingin Laskar NKRI hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai kekuatan kontrol sosial yang nyata. Kritis, tegas, tapi tetap bijak dalam mengawal kepentingan masyarakat, serta mendukung program pemerintah” tegas ansori.
Lebih jauh, Ansori menekankan bahwa peran oposisi bukan untuk menciptakan konflik, melainkan menjadi penyeimbang yang konstruktif terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Dengan konsolidasi ini, Laskar NKRI Lampung mengirim pesan jelas: mereka siap turun ke lapangan, mengawal isu-isu publik, dan berdiri di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat
*Team*